Rental Kamera

Kamis, 02 April 2015

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR “TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA, PLANET, BINTANG, DSB”



HALAMAN JUDUL

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR
“TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA, PLANET, BINTANG, DSB”
 









DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD RIZKI ARFIAN    (14812141002)
DIMAS AHMAD PRASETYA       (14812141008)
RIANA NURITASARI                    (14812141015)
NURUL FAUZI                                (14812141028)






PRODI AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN
AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2014/2015

BAB I
PENDAHULUAN


Alam semesta merupakan keseluruhan tempat yang ada selama kita hidup baik yang dapat terlihat dengan mata telanjang maupun yang memerlukan alat bantu lihat, atau bahkan yang tidak akan pernah kita lihat sekalipun. Dari benda-benda  yang sering kita lihat tersebut, seringkali kita kelompok-kelompokkan sesuai dengan ciri-ciri yang dimilikinya. Yang paling mudah misalnya benda-benda tersebut kita kelompokkan sesuai dengan sifatnya, seperti tanaman, hewan, zat cair, padat, dan gas.
Dari berbagai kelompok benda tersebut kita juga meyakini bahwa semua benda tersebut ada yang menciptakan. Baik itu diciptakan oleh makhluk hidup atau tercipta karena adanya proses-proses alam. Sebagai contoh pisau yang diciptakan oleh pande besi atau hujan yang tercipta karena adanya proses penguapan dari air yang pada akhirnya turun lagi ke bumi.
Kedua hal tersebut merupakan peristiwa yang masih dapat dianggap kecil. Masih ada hal-hal besar terkait dengan proses penciptaan benda-benda yang sering kita lihat. Di antara hal-hal besar tersebut adalah terciptanya bintang atau matahari, bulan atau stelit alam lainnya, dan bumi atau planet-planet lainnya. Pada tulisan ini penulis akan mencoba menguraikan tentang proses-proses penciptaan benda-benda langit yang membentuk alam semesta tersebut.   

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Alam Semesta

Alam semesta sering disebut juga sebagai jagat raya (universe). Alam semesta terdiri atas berjuta benda angkasa dan beribu-ribu kabut gas (nebula) yang membentuk gugusan bintang. Bumi dan Tata Surya merupakan bagian galaksi Bimasakti (Milky Way).

B.     Teori Pembentukan Alam Semesta

Beberapa teori pembentukan alam semesta atau jagat raya sebagai berikut.
1.      Teori Ledakan Besar
Teori Ledakan Besar atau Big Bang Theory menjelaskan bahwa jagat raya berasal dari massa tunggal yang menyimpan suhu tinggi dan energi sangat besar. Besar energi dan tinggi suhu menyebabkan ledakan besar yang menghancurkan massa tunggal menjadi serpihan-serpihan yang menjauh dari pusat ledakan. Serpihan tersebut membentuk banyak kelompok galaksi dan Tata Surya.
2.      Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori Ekspansi dan Kontraksi atau Oscillation Theory menyatakan bahwa jagat raya terbentuk melalui periode mengembang (ekspansi) dan menyusut (kontraksi). Jagat raya berawal dari massa yang mengembang karena adanya reaksi inti hidrogen. Pengembangan ini membentuk galaksi-galaksi. Galaksi dan bintang kemudian meredup dan menyusut dengan didahului pancaran panas tinggi. Pada akhir fase penyusutan, jagat raya mengembang dan menyusut lagi.
3.      Teori Keadaan Tetap
Teori Keadaan Tetap atau Steady State Theory dikemukakan oleh Fred Hoyle (1948). Ia berpendapat bahwa materi baru (hidrogen) tercipta setiap saat untuk mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagat raya sehingga jagat raya selalu tetap dan akan tampak sama. Materi baru membentuk galaksi baru dan menggantikan ruang kosong dari galaksi-galaksi yang menjauh.

C.     Anggapan tentang Alam Semesta

Beberapa anggapan tentang jagat raya sebagai berikut.
1.      Anggapan Antroposentris
Pandangan yang menyatakan bahwa manusia merupakan pusat segalanya.
2.      Anggapan Geosentris
Pandangan yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta dan semua benda langit mengelilingi Bumi.
3.      Anggapan Heliosentris
Pandangan yang menyatakan bahwa Matahari sebagai pusat alam semesta
4.      Anggapan Galaktosentris
Pandangan yang menyatakan bahwa galaksi merupakan pusat alam semesta.

D.    Anggota Alam Semesta

Terdapat 3 anggota dari jagat raya atau alam semesta, yaitu Galaksi, Bintang, dan Tata Surya.
1.      Galaksi
a.       Pengertian Galaksi
Galaksi merupakan suatu sistem bintang atau tatanan bintang-bintang yang tersusun secara menggerombol. Ciri-ciri galaksi antara lain:
1)      Memiliki cahaya sendiri
2)      Memiliki bentuk-bentuk tertentu
3)      Terdapat inti cahaya yang lebih terang di pusarannya
b.      Bentuk-Bentuk Galaksi
1)      Galaksi Bentuk Spiral
Galaksi bentuk ini memiliki lengkungan –lengkungan spiral yang keluar  dari sebuah inti yang terang seperti pusaran api raksasa.
Contoh: Galaksi  Bimasakti dan Andromeda
2)      Galaksi Bentuk Elips
Bentuknya lebih sederhana dari galaksi spiral karena hanya terdiri dari pusat (inti) roda dan selubung. Kerapatan bintang-bintang di bagian inti lebih tinggi dibandingkan dengan di bagian tepinya.
Contoh: Galaksi M87
3)      Galaksi Bentuk Tak Beraturan
Bentuknya berupa onggokan bintang-bintang dengan batas yang kurang jelas.
Contoh: Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil

2.      Bintang
Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Sampai saat ini belum ada ilmuwan yang dapat membuktikan secara pasti tentang pembentukan bintang. Meskipun begitu sudah banyak teori yang bermunculan tentang kejadian tersebut. Salah satunya adalah teori big bang yang menyebutkan jika setelah terjadi ledakan besar, alam semesta terisi oleh material yang berupa gas dan debu. Gas tersebut merupakan unsur-unsur sangat ringan seperti hidrogen, helium dan litium. Gelombang energi yang terlepas saat terjadi supernova, membuat gas dan debu tersebut berputar sehingga menciptakan gaya gravitasi yang membuat material tersebut saling melekat satu sama lain. Akibat hal tersebut terbentuklah protosun.
Akibat adanya rotasi secara terus menerus, padatan tersebut menjadi sangat panas dan menyebabkan molekulnya saling bertabrakan dan terjadilah reaksi fusi pada hidrogen. Reaksi itulah yang menyebabkan terbentuknya bintang muda. Menurut penelitian, bintang terbentuk secara bersamaan. Akan tetapi karena mereka berputar secara terus-menerus maka menyebabkan letaknya menjadi berjauhan. Sementara bintang-bintang yang letaknya saling berdekatan suatu saat akan menyebabkan tabrakan dan menimbulkan enegi supernova yang akan menyebabkan terbentuknya bintang baru atau tata surya baru.
Menurut para ahli, proses terbentuknya bintang dari berwujud material angkasa sampai mampu bersinar membutuhkan waktu 100.000 tahun, dan kemudian akan bersinar selama lebih dari 5.000 juta tahun, lalu beberapa juta tahun lagi setelah itu hidrogen dalam matahari akan habis sehingga bintang tersebut akan membengkak. Setelah pembengkakan ini terjadi, helium pada intinya tidak akan cukup panas untuk membakar oksigen dan karbon sehingga matahari akan mati dan disebut dengan white dwarf.

3.      Tata Surya
a.       Pengertian Tata Surya
Tata Surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor.
b.      Teori Pembentukan Tata Surya
1)      Teori Nebula
Teori ini dikemukakan oleh Imanuel Kant (1775). Laplece (1796) memperkuat teori nebula sehingga teori ini dikenal dengan teori Kant-Laplece. Teori nebula menjelaskan bahwa pada awalnya tata surya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan berputar perlahan. Perputaran masa semakin lama semakin cepat hingga bagian tengahnya menggelembung. Akhirnya materi pada lingkaran yang berputar terlempar keluar mendingin, mengecil, dan membentuk planet.
2)      Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton (1900). Menurut teori planetesimal, proses pembentukan tata surya dimulai ketika sebuah bintang melintas sangat cepat didekat matahari. Matahari merupakan benda yang sudah ada diantara bintang yang lain. Gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Bagian matahari ada yang tertarik kearah bintang lain. Ketika bintang tersebut menjauh dari matahari, bagian-bagian matahari yang tertarik tersebut ada yang kembali ke matahari, tetapi ada yang membeku dan tidak kembali ke matahari. Bagian yang tidak kembali membentuk planetesimal. Planetesimal menyatu membentuk planet-planet yang bergerak mengelilingi matahari.
3)      Teori Pasang Surut Bintang
Teori ini dikemukakan oleh Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys (1917-1918). Menurut teori pasang surut bintang, planet-planet langsung terbentuk dari massa gas asli matahari yang ditarik oleh sebuah bintang yang lewat nyaris bersinggungan dengan matahari. Massa dari matahari yang tertarik bintang memunculkan kenampakan lidah matahari terbentuk seperti cerutu. Lama kelamaan bagian cerutu mendingin kemudian membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
4)      Teori Bintang Kembar
Dikemukakan oleh R.A. Lyttleton. Menurut teori bintang kembar awalnya matahari berupa bintang kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintang menabrak bintang yang laindan menghancurkannya menjadi massa gas yang berputar. Oleh karena terus berputar, gas ini menjadi dingin dan terbentuklah planet. Bintang yang tertahan menjadi matahari. Kekuatan gravitasi matahari dapat menahan planet. Planet beredar menurut lintasan.
5)      Teori Kondensasi atau Teori Kuiper
Teori ini dikemukakan Gerard P. Kuiper (1905-1973). Menurut teori kondensasi, alam semesta terdiri atas formasi bintang-bintang. Ia menambahkan bahwa dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar dari pada pusat yang lain, kemudian memadat menjadi bintang tunggal yaitu matahari.
6)      Teori Awan Debu
Teori ini dikemukakan oleh Fred L. Whipel. Teori serupa juga dikemukakan Fred Hoyle dan Hannes Alven. Menurut mereka, pada mulanya matahari dengan piringan debu dan gas disekelilingnya berputar cepat. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan melekat dan memadat menjadi bintang tunggal yaitu matahari.

Tata surya terdiri atas matahari, planet-planet, meteor, asteroid, komet, dan satelit.
a.       Matahari
Matahari merupakan bintang yang menjadi pusat Tata Surya. Matahari mempunyai ukuran diameter 100 kali dari diameter bumi. Jarak matahari ke bumi sekitar 150 juta km.
b.      Planet
Planet adalah benda langit dalam Tata Surya yang bergerak mengelilingi matahari pada lintasan (orbit) yang stabil.
Planet-planet dalam tata surya dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1)      Berdasarkan Massa
a)      Planet Bermassa Besar (Superior)
Planet bermassa besar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b)      Planet Bermassa Kecil (Inferior)
Planet bermassa kecil terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2)      Berdasarkan Jarak dari Matahari
a)      Planet Dalam
Planet yang jarak rata-rata ke Matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata planet Bumi ke Matahari. Contohnya Merkurius dan Venus.
b)      Planet Luar
Planet yang jarak rata-rata ke Matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata planet Bumi ke Matahari. Planet yang termasuk planet luar antara lain Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
c.       Meteor
Meteor atau bintang jatuh merupakan bagian dari asteroid yang terpisah. Meteor yang jatuh ke bumi akan tampak seperti bola api. Apabila meteor jatuh ke bumi dengan jumlah sangat banyak  disebut sebagai hujan meteor. Jutaan meteor masuk  atmosfer bumi,  tetapi sebgaian besar terbakar habis sebelum sampai permukaan bumi. Meteor yang sampai dipermukaan bumi disebut meteorid.

d.      Asteroid
Asteroid merupakan planet berbatu berukuran kecil dengan jumlah  sangat banyak. Diameter aseteroid sekitar 1.700 KM. Sebagian besar asteroid dijumpai diantara orbit Mars dan Jupiter. Daerah ini dikenal sebgai sabuk utama (main belt)
e.       Komet
Komet disebut bintang berekor. Komet adalah benda antar planet beruba bongkahan es dan debu yang mengitari matahari dengan orbit elips. Ekor komet slalu menjauhi matahari karena dihalau angin dan tekanan radiasi matahari. Contoh komet adalah  Halley, Hyakutake, dan Hale-Boop

f.       Satelit
Satelit adalah  benda yang mengelilingi planet dengan periode revolusi dan rotasi tertentu serta memiliki orbit peredaraan sendiri. Terdapat 2 jenis satelit, yaitu satelit alami dan buatan. Satelit alami adalah benda benda alami diluar angkasa yang mengorbit pada sebuah planet atau  benda lain yang lebih besar darinya. Contoh satelit alami bumi  adalah bulan. Sedangkan satelit buatan adalah beenda buatan manusia yang diluncurkan manusia untuk tujuan tertentu.


BAB III
PENUTUP


Alam semesta merupakan kasatuan dari berbagai benda langit yang saling bereaksi satu sama lain. Ada berbagai macam teori tentang pembentukan alam semesta di antaranya Teori Ledakan Besar, Teori Ekspansi dan Kontraksi, dan Teori Keadaan Tetap.
Selain hal tersebut, alam semesta juga memiliki anggapan-anggapan tentang apa yang menjadi pusat alam semesta, diantaranya adalah anggapan Antroposentris yang menyatakan bahwa manusia merupakan pusat segalanya, anggapan Geosentris yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta dan semua benda langit mengelilingi Bumi, anggapan Heliosentris yang menyatakan bahwa Matahari sebagai pusat alam semesta, dan anggapan Galaktosentris yang menyatakan bahwa galaksi merupakan pusat alam semesta.
Ada berbagai teori tentang pembentukan alam semesta, yaitu teori nebula, teori planetesimal, teori pasang surut bintang, teori bintang kembar, teori kondensasi atau teori kuiper, dan teori awan debu. Alam semesta itu sendiri terdiri atas bintang, planet, meteor, asteroid, komet, dan satelit.





DAFTAR PUSTAKA


Haryanto, Tri dkk. 2013. Detik-Detik Ujian Nasional Geografi. PT Intan Pariwara: Klaten
Suyoso, dkk. 2009. Modul Ilmu Alamiah Dasar.Yogyakarta

1 komentar: